Monday, July 30, 2018

Mengatasi Anak Susah Makan, Kenali Dulu Penyebabnya!


Mengatasi anak susah makan memang gampang-gampang susah ya, ibu. Terkadang gampang, tapi banyak susahnya. Tapi, kalau ibu sudah memegang faktor pemicunya, kendala anak yang sulit makan ini pasti menemukan solusi terbaik. yang pasti, jangan gunakan ancaman dan intimidasi ya. karena dapat berdampak buruk pada psikologis anak. 

Asupan nutrisi yang baik memang sangat penting untuk mendukung tumbuh kembang si kecil di masa emasnya. Akan tetapi, nafsu makan yang naik turun, membuat ibu harus terus memutar otak agar anak tetap mau mengkonsumsi makanannya. Masalah susah makan pada anak, agaknya menjadi momok bagi sebagian besar ibu, ya. tapi, bagaimanapun solusi tetap harus ditemukan agar anak dapat tumbuh secara optimal dengan nutrisi terbaik.

Apa Sih Yang Menjadi Penyebab Anak Susah makan?
Setelah mengkonsumsi ASI eksklusif selama 6 bulan pertamanya, bayi harus diberikan makanan pendamping ASI untuk turut serta  mencukupi kebutuhan gizi hariannya. Untuk itu, diawal masa-masa ini ibu harus cermat dan berhati-hati dalam menyiapkan menu nya. Untuk mendeteksi adanya alergi terhadap jenis makanan tertentu, atau untuk melakukan filter kecenderungan selera anak. 

Ya, seperti orang dewasa pada umumnya, bayi juga merasakan makanannya melalui indera pengecap. Ada bayi yang menyukai rasa asam dari buah jeruk, apel, dan tomat. Namun, ada pula yang menolaknya. Dilain kasus, ada bayi yang mau dengan lahap mengkonsumsi bayam dan brokoli dengan aroma yang khas, namun ada pula yang tidak. Ini dapat berlanjut ke usia berikutnya dan mempengaruhi nafsu makannya lho.

Anak mengalami susah makan umumnya terjadi pada usia 1-5 tahun. Namun, tak menutup kemungkinan bila hal ini terjadi hingga anak menginjak usia remaja, bila sudah dibiasakan. Sebelum mencari solusi, ada baiknya ibu mencari penyebabnya terlebih dahulu.

Jadi, beberapa hal yang menjadi pemicu anak susah makan, ialah sebagai berikut:
1.      Suasana makan yang kurang menyenangkan
Ini sangat penting untuk membuat anak tak menolak menu apapun yang ibu sediakan untuknya. ibu, tak semua anak balita dan bayi suka disuapi. Tapi seharusnya ini tak menjadi masalah, bukan. Anak masih bisa makan dengan memasukkan makanan ke mulutnya sendiri. Dan ibu bisa membimbingnya untuk dapat makan dengan cara yang baik. Tentu, dengan cara yang menyenangkan pula.

2.      Menu makanan yang tak disukai anak (picky eater)
Perhatian ibu dalam pemberian menu harian si kecil sangat dibutuhkan disini. Ibu bisa memberikan variasi menu yang berganti-ganti setiap harinya.

3.      Anak habis sakit
Bisa jadi, menurunnya nafsu makan pada anak dikarenakan oleh kondisi badannya yang belum fit. Anak yang baru sembuh dari sakit, seperti batuk, flu atau serangan virus yang lain membutuhkan waktu untuk memulihkan nafsu makannya. Apabila ini yang terjadi, ibu dapat memberikaan menu makanan dalam bentuk yang lebih mudah dikonsumsi. Misal, jus, puding sari buah dan sayur, finger food atau bahkan kue-kue dengan bentuk lucu.

4.      Kurang disiplin
Ini yang umum terjadi. Jadwal makan yang kurang teratur, membuat anak tak dapat merasakan lapar, karena sudah mengkonsumsi aneka macama cemilan/jajanan sebelum waktu makan tiba. Dan, kebiasaan makan dengan waktu lama hingga berjam-jam membuat anak pun menganggap remeh kepentingan makan untuk tubuhnya.

Lalu, Apa Solusi Terbaik Untuk Mengatasi Susah Makan Pada Anak?
Setelah menemukan penyebabkan, kini saatnya ibu untuk menemukan jalan keluarnya. Masalah susah makan jika tak diatasi secara cepat tentu dapat mengganggu tumbuh kembang si kecil. selain ia dapat mengalami kekurangan nutrisis dalam tubuh, buah hati ibu juga dapat mengalami penurunan daya tahan tubuh. Akibatnya, anak menjadi lebih mudah sakit karena terserang virus.

Untuk itu, yang pertama harus ibu lakukan adalah membangun mood yang baik selama waktu makan. Biasakan untuk makan bersama dengan si kecil. kebiasaan baik dalam suasana makan yang dilakukan bersama, juga dapat membentuk karakter anak, lho. Seperti, berdoa dan mencuci tangan sebelum makan. Pada bayi usia 6 bulan keatas, ibu bisa menyuapinya sambil bercerita. Sesekali ibu dapat bermain peran untuk mengalihkan perhatiannya. Atau, jika ia menghendaki, cobalah metode BLW (baby lead weaning). Metode ini, membuat bayi makan dengan memasukkan makanannya ke mulut sendiri. Untuk metode BLW, ibu harus siap kotor karena remah-remah makanan yang berserakan dilantai.

Yang kedua, buat menu yang disukai anak. Ibu bisa sesekali mengajak si kecil memasak. Ini sudah bisa dilakukan saat si kecil berusia 2 tahun. Sambil memasak, jelaskan pada anak apa saja komponen yang ada dalam masakan ibu. Dan beritahu manfaatnya untuk tubuh. Kreatifitas ibu sangat penting untuk ini lho.

Yang terakhir, tanamkan kedisiplinan waktu makan. Jangan berikan cemilan manis dan berat 1 – 2 jam sebelum waktu makan. Seperti, roti, biskuit, dan susu. Berikan batasan waktu untuk bermain. Yang paling baik, ibu bisa memberikan buah potong untuk cemilan si kecil, jadi minimalisir pemberian makanan ringan yang banyak mengandung gula, pemanis, pewarna dan pengawet.

No comments:

Post a Comment