Mengatasi
anak susah makan memang gampang-gampang susah ya, ibu. Terkadang gampang,
tapi banyak susahnya. Tapi, kalau ibu sudah memegang faktor pemicunya, kendala
anak yang sulit makan ini pasti menemukan solusi terbaik. yang pasti, jangan
gunakan ancaman dan intimidasi ya. karena dapat berdampak buruk pada psikologis
anak.
Asupan nutrisi yang baik memang sangat
penting untuk mendukung tumbuh kembang si kecil di masa emasnya. Akan tetapi,
nafsu makan yang naik turun, membuat ibu harus terus memutar otak agar anak
tetap mau mengkonsumsi makanannya. Masalah susah makan pada anak, agaknya
menjadi momok bagi sebagian besar ibu, ya. tapi, bagaimanapun solusi tetap
harus ditemukan agar anak dapat tumbuh secara optimal dengan nutrisi terbaik.
Apa Sih Yang Menjadi Penyebab Anak Susah makan?
Setelah mengkonsumsi ASI
eksklusif selama 6 bulan pertamanya, bayi harus diberikan makanan
pendamping ASI untuk turut serta
mencukupi kebutuhan gizi hariannya. Untuk itu, diawal masa-masa ini ibu
harus cermat dan berhati-hati dalam menyiapkan menu nya. Untuk mendeteksi
adanya alergi terhadap jenis makanan tertentu, atau untuk melakukan filter
kecenderungan selera anak.
Ya, seperti orang dewasa pada umumnya, bayi juga
merasakan makanannya melalui indera pengecap. Ada bayi yang menyukai rasa asam
dari buah jeruk, apel, dan tomat. Namun, ada pula yang menolaknya. Dilain
kasus, ada bayi yang mau dengan lahap mengkonsumsi bayam dan brokoli dengan
aroma yang khas, namun ada pula yang tidak. Ini dapat berlanjut ke usia
berikutnya dan mempengaruhi nafsu makannya lho.
Anak mengalami susah makan umumnya terjadi
pada usia 1-5 tahun. Namun, tak menutup kemungkinan bila hal ini terjadi hingga
anak menginjak usia remaja, bila sudah dibiasakan. Sebelum mencari solusi, ada
baiknya ibu mencari penyebabnya terlebih dahulu.
Jadi, beberapa hal yang menjadi pemicu anak susah makan, ialah sebagai
berikut:
1.
Suasana makan yang kurang menyenangkan
Ini sangat
penting untuk membuat anak tak menolak menu apapun yang ibu sediakan untuknya.
ibu, tak semua anak balita dan bayi suka disuapi. Tapi seharusnya ini tak
menjadi masalah, bukan. Anak masih bisa makan dengan memasukkan makanan ke
mulutnya sendiri. Dan ibu bisa membimbingnya untuk dapat makan dengan cara yang
baik. Tentu, dengan cara yang menyenangkan pula.
2.
Menu makanan yang tak disukai anak (picky
eater)
Perhatian
ibu dalam pemberian menu harian si kecil sangat dibutuhkan disini. Ibu bisa
memberikan variasi menu yang berganti-ganti setiap harinya.
3.
Anak habis sakit
Bisa jadi,
menurunnya nafsu makan pada anak dikarenakan oleh kondisi badannya yang belum
fit. Anak yang baru sembuh dari sakit, seperti batuk, flu atau serangan virus
yang lain membutuhkan waktu untuk memulihkan nafsu makannya. Apabila ini yang
terjadi, ibu dapat memberikaan menu makanan dalam bentuk yang lebih mudah
dikonsumsi. Misal, jus, puding sari buah dan sayur, finger food atau bahkan
kue-kue dengan bentuk lucu.
4.
Kurang disiplin
Ini yang
umum terjadi. Jadwal makan yang kurang teratur, membuat anak tak dapat
merasakan lapar, karena sudah mengkonsumsi aneka macama cemilan/jajanan sebelum
waktu makan tiba. Dan, kebiasaan makan dengan waktu lama hingga berjam-jam
membuat anak pun menganggap remeh kepentingan makan untuk tubuhnya.
Lalu, Apa Solusi Terbaik Untuk Mengatasi Susah Makan Pada Anak?
Setelah menemukan penyebabkan, kini saatnya
ibu untuk menemukan jalan keluarnya. Masalah susah makan jika tak diatasi
secara cepat tentu dapat mengganggu tumbuh kembang si kecil. selain ia dapat
mengalami kekurangan nutrisis dalam tubuh, buah hati ibu juga dapat mengalami
penurunan daya tahan tubuh. Akibatnya, anak menjadi lebih mudah sakit karena
terserang virus.
Untuk itu, yang pertama harus ibu lakukan
adalah membangun mood yang baik selama waktu makan. Biasakan untuk makan
bersama dengan si kecil. kebiasaan baik dalam suasana makan yang dilakukan
bersama, juga dapat membentuk karakter anak, lho. Seperti, berdoa dan mencuci
tangan sebelum makan. Pada bayi usia 6 bulan keatas, ibu bisa menyuapinya
sambil bercerita. Sesekali ibu dapat bermain peran untuk mengalihkan
perhatiannya. Atau, jika ia menghendaki, cobalah metode BLW (baby lead
weaning). Metode ini, membuat bayi makan dengan memasukkan makanannya ke mulut
sendiri. Untuk metode BLW, ibu harus siap kotor karena remah-remah makanan yang
berserakan dilantai.
Yang kedua, buat menu yang disukai anak. Ibu
bisa sesekali mengajak si kecil memasak. Ini sudah bisa dilakukan saat si kecil
berusia 2 tahun. Sambil memasak, jelaskan pada anak apa saja komponen yang ada
dalam masakan ibu. Dan beritahu manfaatnya untuk tubuh. Kreatifitas ibu sangat
penting untuk ini lho.
Yang terakhir, tanamkan kedisiplinan waktu
makan. Jangan berikan cemilan manis dan berat 1 – 2 jam sebelum waktu makan.
Seperti, roti, biskuit, dan susu. Berikan batasan waktu untuk bermain. Yang
paling baik, ibu bisa memberikan buah potong untuk cemilan si kecil, jadi
minimalisir pemberian makanan ringan yang banyak mengandung gula, pemanis,
pewarna dan pengawet.

No comments:
Post a Comment