Tuesday, November 27, 2018

Bingung Kenapa Anak Susah Makan? 5 Hal Ini Mungkin Jadi Penyebabnya

Anak susah makan memang seringkali membingungkan sekaligus mengkhawatirkan para
orang tua. Pertanyaan seputar sudahkah kebutuhan nutrisinya tercukupi dan bagaimana kondisi
kesehatannya selalu menjadi hal yang dicemaskan. Apalagi jika anak tetap tidak mau makan
setelah dibujuk dengan berbagai cara, orang tua juga pasti akan merasa jengkel karenanya.
Pernahkah Bunda mengalami kondisi ini juga?
Penyebab yang Membuat Anak Susah Makan
Perilaku anak memang terkadang sangat membingungkan orang dewasa.
Keinginannya yang cepat berubah tidak jarang membuat orang tua kewalahan. Termasuk juga
dengan selera makannya yang bisa tiba-tiba menghilang sehingga membuatnya susah makan.
Jika anak berperilaku seperti ini, mungkin saja beberapa hal berikut menjadi salah satu faktor
penyebab anak susah makan:
  1. Anak Masih Merasa Kenyang
kemungkinan pertama yang bisa menyebabkan anak menjadi susah makan adalah karena
perutnya masih terasa kenyang. Hal ini tentu membuat anak menjadi tidak ingin makan lagi.
Tapi bagaimana mungkin anak merasa kenyang jika ia saja belum makan? Anak bisa saja merasa
kenyang sebelum waktu makan jika Bunda salah mengatur pola makan si kecil.

Anak bisa saja kenyang jika ia telah memakan camilan padat kalori seperti snack, coklat, atau
susu sebelum jam makan. Cemilan jenis ini mampu membuat perut anak terasa kenyang sehingga
ia tidak mau makan makanan utamanya. Jadi untuk mengatasi hal ini, Bunda harus pintar
mengatur waktu pemberian dan jenis makanan yang dijadikan cemilan.

  1. Bosan dengan Menu yang Disajikan
Anak sangat mudah merasa bosan, karena itu bukan tidak mungkin anak susah makan karena
bosan dengan menu makanan. Jika anak sudah merasa bosan maka ia tidak akan berselera,
begitu juga dengan menu makanannya. Menu makanan yang sama setiap hari tentu akan
membuat selera makannya tidak muncul sehingga ia menolak untuk makan.

Jika seperti ini, tips mengatasinya adalah dengan menghidangkan menu makanan yang berbeda
setiap harinya. Bunda bisa membuat jadwal menu untuk memudahkan membedakannya. Namun
yang perlu diingat, jangan terlalu memberikan banyak pilihan menu untuk anak. Karena ini justru
bisa membuat anak kebingungan sehingga ia lebih memilih untuk tidak makan.
  1. Makanan yang Disediakan Tidak Sesuai Selera
Seiring dengan pertumbuhan anak yang semakin besar, ia akan mampu menilai beberapa hal
dan memiliki keinginan sendiri. Termasuk juga pada menu makanan, anak sudah bisa menilai
enak tidaknya makanan dan memilih menu mana yang ingin ia makan. Jadi jika menu makanan
yang Bunda siapkan tidak sesuai dengan seleranya, mungkin saja anak tidak mau memakannya.
Tidak ada salahnya jika Bunda menanyakan lebih dulu si kecil ingin makan menu apa. Atau bisa
juga mengajaknya memasak makanan yang akan dihidangkan bersama. Karena dengan begitu,
anak bisa saja akan lebih tertarik untuk memakan menu tersebut. Namun tetap pastikan Bunda
memberikan makanan yang bernutrisi pada anak.

  1. Anak Merasa Tidak Enak Badan
Jika anak terlihat lesu dan tidak memiliki selera makan kemungkinan ia sedang merasa tidak
enak badan. Sakit yang dirasakan anak membuat setiap makanan yang dimakan terasa hambar
sehingga ia tidak berselera untuk makan. Padahal dalam kondisi ini asupan nutrisi anak sangat
perlu dijaga untuk membantu masa pemulihannya berjalan lebih cepat.
Jika anak menjadi susah makan karena hal ini, yang harus Bunda lakukan adalah membantu
proses pemulihan si kecil. Jika anak sudah mulai membaik, berikan ia makanan bernutrisi agar
tubuhnya benar-benar pulih. Dan setelah itu, Bunda bisa menyediakan berbagai menu makanan
agar selera makan anak membaik dan kebutuhan nutrisinya juga bisa terpenuhi.

  1. Perasaan Anak Sedang Tidak Senang
Perasaan anak juga bisa mempengaruhi nafsu makannya karena bagaimanapun jika anak merasa
tidak senang ia tidak akan tertarik untuk melakukan apapun. Perasaan tidak senang ini bisa
beragam seperti sedih, kecewa, atau tertekan. Biasanya anak-anak akan mengalami perasaan
seperti ini jika keinginannya tidak terpenuhi atau merasa kelelahan setelah beraktivitas.
Permasalahan yang Muncul Akibat Anak Susah Makan
Pada dasarnya makanan dibutuhkan agar kebutuhan nutrisi anak dapat terpenuhi. Dan jika
kebutuhan nutrisi anak sudah terpenuhi dengan baik maka anak bisa tumbuh dengan sehat dan
cerdas. Jadi jika anak tidak mau makan, otomatis nutrisinya tidak terpenuhi sehingga
menimbulkan permasalah berikut ini:
  1. Mudah Sakit
Ketika anak susah makan, tubuhnya akan kekurangan asupan nutrisi. Dan jika ini terjadi maka
nutrisi untuk memperkuat daya tahan tubuh anak juga akan berkurang. Hal ini tentu
mengakibatkan sistem kekebalan tubuh yang akan melawan virus dan bakteri semakin melemah.
Jika kekebalan tubuh ini melemah maka anak dapat terserang berbagai penyakit dengan mudah.

  1. Terganggunya Pertumbuhan Fisik Anak
Sebagai sumber nutrisi, makanan sangat dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan fisik anak.
Maka ketika anak tidak makan ini dapat mengganggu pertumbuhannya. Gangguan ini bisa berupa
terhambatnya tinggi dan postur tubuh anak. Dengan kata lain penampilan fisik anak akan terlihat
lebih kecil daripada anak seumurannya.
  1. Terhambatnya Perkembangan Anak
Bukan hanya penampilan fisik anak yang akan terganggu, perkembangan anak juga akan
terhambat jika anak tidak mau makan. Hambatan pada perkembangan anak ini bisa berakibat
pada kemampuan dasar anak seperti berjalan, berbicara dan bergerak. Hal ini biasanya juga akan
berdampak pada interaksi dan kehidupan sosial anak di lingkungannya.

Bunda tentu tidak ingin permasalahan ini terjadi pada anak. Karena itu, masalah
anak susah makan harus segera diatasi dengan baik sebelum terlambat. Jangan biarkan perilaku
susah makan ini menjadi sebuah kebiasaan. Karena jika berlangsung terus menerus bukan tidak
mungkin hal ini akan mengakibatkan kematian.

Tuesday, November 13, 2018

9 Tips Jitu Mengatasi Anak Susah Makan

Makanan yang bernutrisi sangat penting diberikan untuk anak. Apalagi di usia balita, karena mereka sedang aktif bermain dan ingin tahu segala sesuatu. Namun tak sedikit ibu yang mengeluhkan balitanya susah makan. Rata-rata anak susah makan hanya tertarik pada satu makanan yang disukainya, itupun dalam porsi yang sedikit. Akibatnya berpengaruh pada jumlah kalori yang diterima tubuh, anak menjadi lemas, tidak bergairah dalam melakukan aktivitas dan tidak terlihat ceria. Sekitar 20% balita masuk dalam kelompok Picky Eaters atau yang lebih dikenal pilih-pilih makanan yang cuma disukainya. Kenali si Picky Eaters dari perilaku balita sejak dini dan ibu dapat segera mengambil langkah untuk mengatasinya.
Nutrisi seimbang seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral pada makanan bisa membantu tumbuh kembang tubuh dan otaknya, karena di usia balita adalah masa periode emas otak yang sayang dilewatkan. Gizi yang seimbang juga sangat berpengaruh dalam membentuk daya tahan tubuh. Mengingat usia balita yang masih rentan sistem imunnya terhadap penyakit. Sekarang ibu tak perlu cemas mengahadapi anak susah makan dengan menerapkan tips-tips yang mudah sejak dini.
Mengatasi anak susah makan memang gampang-gampang susah. Jika anak terlalu dipaksa justru dia semakin enggan menyentuh makanannya. Berikut ini beberapa tips yang bisa dilakukan untuk membantu menambah nafsu makan anak sejak kecil :
  1. Ciptakan suasana menyenangkan saat makan.
Terkadang anak cenderung bosan saat makan di rumah. Coba sesekali ajak anak ke taman sambil menyuapi makanannya. Suasana yang berbeda bisa menambah nafsu makan balita. Selain nafsu makan bertambah, balita bisa belajar mengenal lingkungan.
  1. Kenalkan jenis makanan pada anak sejak dini.
Penting untuk anak mengenalkan beragam jenis makanan. Ini bertujuan supaya anak bisa memilih lebih banyak menu makanan, tidak hanya satu atau dua jenis saja.
  1. Berikan makanan baru secara bertahap.
Ibu bisa menghidangkan jenis makanan secara berbeda di setiap hari. Tentunya bukan sekedar enak, kandungan gizinya juga perlu diperhatikan. Memberikan makanan baru secara bertahap bisa membangkitkan selera makan anak.
  1. Buat tampilan makanan semenarik mungkin.
Ibu bisa menyiasati anak susah makan dengan membuat tampilan makanan semenarik mungkin. Di sini ibu bisa berkreasi dengan sayur, buah, juga lauk pauk. Misalnya, ibu bisa mengolah sayuran dan daging dengan bentuk nugget.
  1. Gunakan alat makan yang menarik.
Maksudnya adalah, menggunakan set peralatan makan yang khusus untuk anak. Contohnya, jika anak suka karakter kartun maka belikan satu set peralatan makan anak yang bergambar seperti karakter favoritnya. Dengan peralatan makanan yang disukai anak, ibu tak perlu susah lagi mengajak anak untuk makan. Ibu pun juga bisa bercerita tentang karakter tersebut saat memberikan makanan pada anak.
  1. Hindari sikap memaksa apalagi memarahi anak untuk makan.
Ibu pasti merasa jengkel saat anak susah menyantap makanan yang sudah dihidangkan. Tak jarang orangtua memaksa bahkan memarahi anak untuk memakan masakan yang sudah disediakan susah payah. Perlu diketahui jika memarahi apalagi memaksa anak untuk makan malah membuat rasa takut pada anak. Anak akan merasa tidak nyaman ketika menyantap makanan. Di pikirannya hanya ada rasa takut dan trauma psikologis terhadap makanan.
  1. Hindari menyuruh anak untuk makan dengan cepat.
Cara ini juga sering dijumpai pada kasus ibu yang menyuruh anak untuk cepat-cepat menghabiskan makanannya. Menyuruh anak agar cepat menghabiskan makanan malah akan membuat anak merasa mual dan eneg. Anak jadi tidak bisa menghabiskan porsi makanan yang sudah ditentukan dengan benar. Daripada menyuruhnya makan cepat-cepat, lebih baik arahkan dia untuk makan secara santai dan pelan agar tidak tersedak. Dengan begitu anak akan merasa nyaman tanpa keterpaksaan dalam menyantap makanan.
  1. Kurangi pemberian minum sebelum makan.
Sebaiknya kurangi pemberian susu atau air minum pada balita sebelum makan. Pemberian minum yang berlebih bisa mengurangi nafsu makan anak, karena anak sudah kenyang sebelum menghabiskan makanannya.
  1. Suplemen penambah nafsu makan.
Cara terakhir yang bisa ibu lakukan untuk meningkatkan nafsu makan anak adalah dengan memberi suplemen penambah nafsu makan. Ibu bisa membelinya di apotek terdekat sesuai anjuran dokter.

Semoga cara di atas bisa membantu ibu dalam menerapkan anak susah makan menjadi lahap. Selain itu, sebagai orangtua harus bersabar dan telaten saat mengajak anak untuk makan dengan benar sesuai porsi yang pas untuk tumbuh kembangnya.