Tuesday, July 31, 2018

Mengatasi Anak Susah Makan Dengan Vitamin, Ternyata Bukan Solusi


Mengatasi anak yang susah makan mungkin menjadi masalah umum bagi semua orang tua. Anak di usia 1-5 tahun, seringkali berulah jika waktu makan tiba. Padahal, tubuhnya membutuhkan asupan nutrisi untuk menjalani hari-harinya. Apalagi, diusia emasnya anak sedang mengalami masa aktifnya, dimana ia lebih suka bermain menelusuri lingkungannya.

Penyebab anak yang kurang nafsu makan ada banyak. Kebanyakan anak sudah mengkonsumsi cemilan yang manis-manis, seperti es krim, coklat, biskuit, atau lainnya, yang membuatnya kenyang dan tak merasakan lapar. Atau, bisa saja dia hanya mengacuhkan rasa laparnya karena sedang asik bermain bersama teman-temannya. Sebagai jalan pintas, orang tua seringkali memberikan multivitamin untuk menambah nafsu makan pada anak.

Penyebab Anak Susah Makan
Selain kenyang dengan cemilan manis, ada juga beberapa penyebab lain, mengapa anak susah makan. Yang pertama, bisa jadi anak terlalu sering minum susu formula. Anak yang malas makan, lalu memilih untuk meminta dibikinkan susu formula. Dengan segelas susu, sudah mampu mebuat perutnya kenyang. Padahal, dalam sehari, anak bisa minta susu lebih dari 3 atau 4 kali. Menurut anjuran penyajiannya, susu untuk anak usia 1-5 tahun, cukup 3 gelas dalam sehari, dengan ukuran 200 ml tiap gelasnya. Jika di akumulasikan, mengkonsumsi 600 ml susu pertumbuhan setiap harinya mampu melengkapi nutrisi sikecil.

Yang kedua, anak sedang ada pada fase ‘negativistik’. Dimana, anak sedang menunjukkan ke ‘aku’ an nya, dengan membantah perintah, menolak, dan menunjukkan temperamental. Untuk itu, ibu harus lebih sabar menghadapinya ya. namun, bukan berarti menuruti segala kemauannya. Cara yang terbaaik untuk menghadapi kondisi seperti ini, adalah mengajak anak berbicara. Mungkin, anak belum mengerti, atau bahkan menolak. Namun, membina komunikasi antar anak dan orang tua secara intens, akan membuahkan hasil berupa kepercayaan satu sama lain. kuncinya adala sabar dan telaten.

Yang ketiga, anak yang bosan dengan menu makannya atau suasana makannya. Ibu harus lebih kreatif untuk memancing minat makan pada anak. Sesekali, ibu boleh mengajak anak bekerja sama dalam memasak menu hariannya. Diawali dengan mengajak anak berbelanja bahan makanan, biarkan anak memilih bahan apa yang akan diolah menjadi menunya kali ini.

Yang ke empat, anak kehilangan selera makan karena sedang ada pada masa penyembuhan. Anak yang habis terserang virus atau bakteri masih merasakan sisa-sisa lemas dan lesu. Sehingga ia belum memiliki nafsu makan. Untuk itu, ibu dapat membuatkan cemilan yang padat nutrisi. Seperti omelet telur, bayam dan wortel. Caranya, parut wortel dan bayam. Kemudian masukkan dalam kocokan telur, lalu tambahkan parutan keju. Masak seperti membuat omelet biasa. Sajikan dengan kentang goreng. Bisa juga, ibu membuatkan pastel yang berisi daging cincang dan wortel.

Memilih Vitamin Yang Baik Untuk Anak
Memberikan vitamin untuk anak adalah baik. Namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, agar tak melenceng dari niat awal pemberian vitamin. Pilihlah vitamin yang mengandung bahan alami yang berkhasiat untuk menambah nafsu makan anak. Seperti, temulawak atau curcuma. Anda juga harus jeli untuk memilih vitamin anak. Beri vitamin sesuai dengan usia anak. Dan, jangan memilih vitamin yang memiliki kandungan mineral dan vitamin A yang terlalu tinggi. karena ini memberikan efek samping yang berbahaya bagi anak. 

Lalu, berikan vitamin sesuai dosis. Untuk itu, sebaiknya menghindari vitamin yang dikemas dalam bentuk permen. Selain menghindari pemanis buatan , juga untuk mengantisipasi reaksi anak, yang mengira vitamin itu adalah permen, sehingga anak ingin mengkonsumsinya terus menerus. Lalu, simpan vitamin ditempat yang aman, agar anak tak dapt meraih dan mengkonsumsinya sendiri.

Memberikan vitamin pada anak sama halnya dengan memberikan obat. Dosis dan usia anak harus disesuaikan. Untuk itu, perlu adanya konsultasi dengan dokter spesialis anak, agar dilakukan observasi lebih lanjut. Berikan vitamin sesuai dengan kebutuhan si kecil.

Mengatasi anak susah makan dengan vitamin, ditujukan untuk anak yang tidak mengkonsumsi makanan dengan nutrisi seimbang, anak yang sangat memilih-milih makanannya, anak dengan kondisi medis tertentu (seperti asma, kanker, lupus, dsb), anak yang sudah ketergantungan dengan makanan cepat saji dan minuman bersoda, dan pada kasus-kasus tertentu.

Untuk mengatasi masalah nafsu makan anak, orang tua dapat membatasi cemilan yang tak sehat, menanamkan disiplin pola makan dan melakukan komunikasi yang baik. Memang membutuhkan waktu, namun jika dilakukan secara konsisten, anak lama kelamaan akan mulai terbiasa. Mengganti cemilan manis dengan buah-buahan, dan mengganti minuman bersoda dengan jus, akan lebih baik untuk anak.

Apabila segala cara sudah dilakukan, namun tak menemukan hasil, baru ibu dapat memberikan vitamin penambah nafsu makan untuk anak. Namun demikian, pemberian vitamin tak menggugurkan kewajiban makan pada anak ya. anak harus tetap diajak untuk mau mengkonsumsi makanan yang terbuat dari bahan-bahan yang segar. Yang terdiri dari karbohidrat, vitamin, protein, mineral dan kalsium. Menu 4 sehat 5 sempurna, adalah yang terbaik untu buah hati.

Solusi untuk mengatasi anak yang susah makan sebenarnya adalah dengan menyiapkan makanan yang bervariasi setiap harinya. Selain itu, membangun mood makan yang baik, juga penting. Maka pemaksaan dalam memberikan menu makan pada anak, seharusnya dihindari karena akan menimbulkan trauma. Pemberian vitamin hanya dianjurkan untuk anak yang berusia diatas 4 tahun, sebenarnya. Namun,berbeda kasus, jika dokter yang menganjurkan. Namun begitu, sesungguhnya, tanpa vitamin pun anak sudah dapat memenuhi nutrisi hariannya melalui buah dan sayur yang beragam.

Monday, July 30, 2018

Mengatasi Anak Susah Makan, Kenali Dulu Penyebabnya!


Mengatasi anak susah makan memang gampang-gampang susah ya, ibu. Terkadang gampang, tapi banyak susahnya. Tapi, kalau ibu sudah memegang faktor pemicunya, kendala anak yang sulit makan ini pasti menemukan solusi terbaik. yang pasti, jangan gunakan ancaman dan intimidasi ya. karena dapat berdampak buruk pada psikologis anak. 

Asupan nutrisi yang baik memang sangat penting untuk mendukung tumbuh kembang si kecil di masa emasnya. Akan tetapi, nafsu makan yang naik turun, membuat ibu harus terus memutar otak agar anak tetap mau mengkonsumsi makanannya. Masalah susah makan pada anak, agaknya menjadi momok bagi sebagian besar ibu, ya. tapi, bagaimanapun solusi tetap harus ditemukan agar anak dapat tumbuh secara optimal dengan nutrisi terbaik.

Apa Sih Yang Menjadi Penyebab Anak Susah makan?
Setelah mengkonsumsi ASI eksklusif selama 6 bulan pertamanya, bayi harus diberikan makanan pendamping ASI untuk turut serta  mencukupi kebutuhan gizi hariannya. Untuk itu, diawal masa-masa ini ibu harus cermat dan berhati-hati dalam menyiapkan menu nya. Untuk mendeteksi adanya alergi terhadap jenis makanan tertentu, atau untuk melakukan filter kecenderungan selera anak. 

Ya, seperti orang dewasa pada umumnya, bayi juga merasakan makanannya melalui indera pengecap. Ada bayi yang menyukai rasa asam dari buah jeruk, apel, dan tomat. Namun, ada pula yang menolaknya. Dilain kasus, ada bayi yang mau dengan lahap mengkonsumsi bayam dan brokoli dengan aroma yang khas, namun ada pula yang tidak. Ini dapat berlanjut ke usia berikutnya dan mempengaruhi nafsu makannya lho.

Anak mengalami susah makan umumnya terjadi pada usia 1-5 tahun. Namun, tak menutup kemungkinan bila hal ini terjadi hingga anak menginjak usia remaja, bila sudah dibiasakan. Sebelum mencari solusi, ada baiknya ibu mencari penyebabnya terlebih dahulu.

Jadi, beberapa hal yang menjadi pemicu anak susah makan, ialah sebagai berikut:
1.      Suasana makan yang kurang menyenangkan
Ini sangat penting untuk membuat anak tak menolak menu apapun yang ibu sediakan untuknya. ibu, tak semua anak balita dan bayi suka disuapi. Tapi seharusnya ini tak menjadi masalah, bukan. Anak masih bisa makan dengan memasukkan makanan ke mulutnya sendiri. Dan ibu bisa membimbingnya untuk dapat makan dengan cara yang baik. Tentu, dengan cara yang menyenangkan pula.

2.      Menu makanan yang tak disukai anak (picky eater)
Perhatian ibu dalam pemberian menu harian si kecil sangat dibutuhkan disini. Ibu bisa memberikan variasi menu yang berganti-ganti setiap harinya.

3.      Anak habis sakit
Bisa jadi, menurunnya nafsu makan pada anak dikarenakan oleh kondisi badannya yang belum fit. Anak yang baru sembuh dari sakit, seperti batuk, flu atau serangan virus yang lain membutuhkan waktu untuk memulihkan nafsu makannya. Apabila ini yang terjadi, ibu dapat memberikaan menu makanan dalam bentuk yang lebih mudah dikonsumsi. Misal, jus, puding sari buah dan sayur, finger food atau bahkan kue-kue dengan bentuk lucu.

4.      Kurang disiplin
Ini yang umum terjadi. Jadwal makan yang kurang teratur, membuat anak tak dapat merasakan lapar, karena sudah mengkonsumsi aneka macama cemilan/jajanan sebelum waktu makan tiba. Dan, kebiasaan makan dengan waktu lama hingga berjam-jam membuat anak pun menganggap remeh kepentingan makan untuk tubuhnya.

Lalu, Apa Solusi Terbaik Untuk Mengatasi Susah Makan Pada Anak?
Setelah menemukan penyebabkan, kini saatnya ibu untuk menemukan jalan keluarnya. Masalah susah makan jika tak diatasi secara cepat tentu dapat mengganggu tumbuh kembang si kecil. selain ia dapat mengalami kekurangan nutrisis dalam tubuh, buah hati ibu juga dapat mengalami penurunan daya tahan tubuh. Akibatnya, anak menjadi lebih mudah sakit karena terserang virus.

Untuk itu, yang pertama harus ibu lakukan adalah membangun mood yang baik selama waktu makan. Biasakan untuk makan bersama dengan si kecil. kebiasaan baik dalam suasana makan yang dilakukan bersama, juga dapat membentuk karakter anak, lho. Seperti, berdoa dan mencuci tangan sebelum makan. Pada bayi usia 6 bulan keatas, ibu bisa menyuapinya sambil bercerita. Sesekali ibu dapat bermain peran untuk mengalihkan perhatiannya. Atau, jika ia menghendaki, cobalah metode BLW (baby lead weaning). Metode ini, membuat bayi makan dengan memasukkan makanannya ke mulut sendiri. Untuk metode BLW, ibu harus siap kotor karena remah-remah makanan yang berserakan dilantai.

Yang kedua, buat menu yang disukai anak. Ibu bisa sesekali mengajak si kecil memasak. Ini sudah bisa dilakukan saat si kecil berusia 2 tahun. Sambil memasak, jelaskan pada anak apa saja komponen yang ada dalam masakan ibu. Dan beritahu manfaatnya untuk tubuh. Kreatifitas ibu sangat penting untuk ini lho.

Yang terakhir, tanamkan kedisiplinan waktu makan. Jangan berikan cemilan manis dan berat 1 – 2 jam sebelum waktu makan. Seperti, roti, biskuit, dan susu. Berikan batasan waktu untuk bermain. Yang paling baik, ibu bisa memberikan buah potong untuk cemilan si kecil, jadi minimalisir pemberian makanan ringan yang banyak mengandung gula, pemanis, pewarna dan pengawet.