Thursday, December 13, 2018

10 Tips untuk Mengatasi Anak Susah Makan!


Rasanya menyenangkan ya, Bun, bila anak kita memakan dengan lahap apapun yang kita berikan
pada mereka? Setiap ibu pasti berupaya untuk selalu memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya,
termasuk asupan makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Memiliki anak-anak yang sehat merupakan
salah satu impian orangtua, apalagi kalau anak-anak doyan makan. Namun bagaimana bila terjadi
sebaliknya, bagaimana cara mengatasi anak susah makan?

Tahukah Bunda, bahwa kalori yang dibutuhkan setiap orang berbeda-beda tergantung dari usia, jenis
kelamin, serta kondisi kesehatannya? Kecukupan gizi anak usia 1-6 tahun membutuhkan sekitar
1.100-1.600 kalori per harinya, menurut dari angka kecukupan gizi (AKG) yang dianjurkan oleh
Kementerian Kesehatan. Bila asupan nutrisi si Kecil berada di bawah angka tersebut, maka Bunda
perlu waspada pada kemungkinan balita mengalami kekurangan gizi atau gizi buruk.

Namun Ibu tidak perlu khawatir dan cemas apabila mendapati anak susah makan, karena hal demikian
wajar dialami oleh sebagian besar orangtua. Berikut ini ada 10 tips cara mengatasi anak susah makan
yang dapat Bunda coba lakukan pada si Kecil :


  1. Hadapi anak dengan penuh sabar
Jangan terlalu memaksakan anak bila mereka belum siap untuk makan. Ada banyak alasan mengapa balita
menolak makan, di antaranya seperti gigi tumbuh, perut tidak enak, hingga tidak suka dengan menu yang
dihidangkan.

  1. Anak hanya makan saat merasa lapar
Hampir semua orangtua tidak sabar pada momen seperti ini, menunggu anak lapar mungkin akan terasa amat
lama bagi Ibu. Namun hal tersebut lebih baik daripada memaksakan mereka makan, karena akan membuat anak
tertekan dan tidak mood makan.

  1. Ajak makan bersama
Mungkin akan terasa sedikit mengganggu aktifitas makan Ibu, namun tidak ada salahnya mengajak anak makan
bersama sebagai bonding untuk mempererat hubungan. Biasakan pula menyediakan sayur agar mereka terbiasa
makan sayur sejak balita. Bunda bisa mendongeng tentang sayur-sayuran ini agar balita tertarik dan gemar
makan sayur.

  1. Membuat jadwal makan
Ibu juga bisa membuat semacam jadwal sehari-hari, jadi secara tidak langsung Ibu membentuk kedisiplinan
pada anak untuk makan tepat pada waktunya. Kembali ke poin no. 1, lakukan dengan sabar ya, Bun. Tidak ada
hasil yang instan, balita pun butuh proses untuk bisa mengikuti aturan yang telah Bunda buat. Konsisten terus
pada jadwal tersebut hingga akhirnya balita dapat mengikuti aturan yang Bunda terapkan.

  1. Kurangi minum
Satu hal yang perlu diingat, saat mendekati waktu makan, kurangi memberikan anak minuman, terutama susu.
Demikian halnya saat makan, tidak perlu memberikan makanan dan minuman berselangseling. Hal demikian
akan membuat perut anak cepat kenyang akibat air yang terlalu banyak masuk ketimbang makanan.

  1. Tetap berusaha dan pantang menyerah
Memberikan makan anak pasti mempunyai tantangan tersendiri, karena tidak hanya satu rasa yang harus
Bunda kenalkan pada anak, tetapi berbagai macam rasa. Oleh sebab itu jangan pantang menyerah bila anak
menyukai satu atau dua rasa. Terus mencoba resep dengan varian rasa, buat lebih menarik agar anak menjadi
suka.

  1. Perhatikan porsi makan yang diberikan
Bunda, perut balita dengan perut anak usia 10 tahun sudah pasti sangat berbeda. Jangan memaksakan anak
untuk makan dengan porsi yang banyak, karena kalaupun anak merasa kurang Bunda masih bisa menambahkan
porsi makan baru untuk anak.

  1. Ajak anak untuk masak bersama
Mengajak anak masak bersama ternyata juga dapat menjadi salah satu aktifitas bonding yang tepat. Walaupun
balita hanya menemani Bunda meracik makanan sambil berceloteh riang duduk di kursi tingginya, anak akan
merasa lebih nyaman dan lebih akrab dengan Ibu, karena mereka menyaksikan sendiri makanan yang akan
mereka makan. Bunda pun tak perlu risau dengan dapur yang berantakan bila anak menjadikan bahan makanan
atau peralatan masak sebagai mainannya. Yang terpenting jauhkan benda berbahaya dari jangkauan si Kecil.

  1. Berikan pujian, bukan sogokan
Berikan pujian pada anak bila mereka berhasil menghabiskan makannya sampai bersih. Jangan pernah
memberikan sogokan dalam bentuk apapun. Karena akan menjadi kebiasaan buruk yang membuat
Bunda kesulitan nantinya.

  1. Jangan sungkan berkonsultasi
Bunda, apabila anak mulai menunjukkan gejala-gejala yang janggal, seperti perubahan perilaku, kelelahan,
pencernaannya bermasalah, atau berat badannya menurun drastis, jangan sungkan untuk berkonsultasi kepada
pdokter atau ahli nutrisi.

Jadikan waktu makan bersama si Kecil adalah waktu yang menyenangkan dan momen terbaik kalian
berdua. Bunda hanya perlu fokus dan bersabar pada awalnya saja, bila balita sudah terbiasa,
maka selanjutnya akan lebih mudah. Berikan nutrisi tambahan yang terkandung dalam susu
Dancow sebagai pelengkap gizi balita usia 1 tahun ke atas, untuk membantu tumbuh kembang si kecil
lebih optimal sesuai usia dan aktivitasnya.

Tuesday, November 27, 2018

Bingung Kenapa Anak Susah Makan? 5 Hal Ini Mungkin Jadi Penyebabnya

Anak susah makan memang seringkali membingungkan sekaligus mengkhawatirkan para
orang tua. Pertanyaan seputar sudahkah kebutuhan nutrisinya tercukupi dan bagaimana kondisi
kesehatannya selalu menjadi hal yang dicemaskan. Apalagi jika anak tetap tidak mau makan
setelah dibujuk dengan berbagai cara, orang tua juga pasti akan merasa jengkel karenanya.
Pernahkah Bunda mengalami kondisi ini juga?
Penyebab yang Membuat Anak Susah Makan
Perilaku anak memang terkadang sangat membingungkan orang dewasa.
Keinginannya yang cepat berubah tidak jarang membuat orang tua kewalahan. Termasuk juga
dengan selera makannya yang bisa tiba-tiba menghilang sehingga membuatnya susah makan.
Jika anak berperilaku seperti ini, mungkin saja beberapa hal berikut menjadi salah satu faktor
penyebab anak susah makan:
  1. Anak Masih Merasa Kenyang
kemungkinan pertama yang bisa menyebabkan anak menjadi susah makan adalah karena
perutnya masih terasa kenyang. Hal ini tentu membuat anak menjadi tidak ingin makan lagi.
Tapi bagaimana mungkin anak merasa kenyang jika ia saja belum makan? Anak bisa saja merasa
kenyang sebelum waktu makan jika Bunda salah mengatur pola makan si kecil.

Anak bisa saja kenyang jika ia telah memakan camilan padat kalori seperti snack, coklat, atau
susu sebelum jam makan. Cemilan jenis ini mampu membuat perut anak terasa kenyang sehingga
ia tidak mau makan makanan utamanya. Jadi untuk mengatasi hal ini, Bunda harus pintar
mengatur waktu pemberian dan jenis makanan yang dijadikan cemilan.

  1. Bosan dengan Menu yang Disajikan
Anak sangat mudah merasa bosan, karena itu bukan tidak mungkin anak susah makan karena
bosan dengan menu makanan. Jika anak sudah merasa bosan maka ia tidak akan berselera,
begitu juga dengan menu makanannya. Menu makanan yang sama setiap hari tentu akan
membuat selera makannya tidak muncul sehingga ia menolak untuk makan.

Jika seperti ini, tips mengatasinya adalah dengan menghidangkan menu makanan yang berbeda
setiap harinya. Bunda bisa membuat jadwal menu untuk memudahkan membedakannya. Namun
yang perlu diingat, jangan terlalu memberikan banyak pilihan menu untuk anak. Karena ini justru
bisa membuat anak kebingungan sehingga ia lebih memilih untuk tidak makan.
  1. Makanan yang Disediakan Tidak Sesuai Selera
Seiring dengan pertumbuhan anak yang semakin besar, ia akan mampu menilai beberapa hal
dan memiliki keinginan sendiri. Termasuk juga pada menu makanan, anak sudah bisa menilai
enak tidaknya makanan dan memilih menu mana yang ingin ia makan. Jadi jika menu makanan
yang Bunda siapkan tidak sesuai dengan seleranya, mungkin saja anak tidak mau memakannya.
Tidak ada salahnya jika Bunda menanyakan lebih dulu si kecil ingin makan menu apa. Atau bisa
juga mengajaknya memasak makanan yang akan dihidangkan bersama. Karena dengan begitu,
anak bisa saja akan lebih tertarik untuk memakan menu tersebut. Namun tetap pastikan Bunda
memberikan makanan yang bernutrisi pada anak.

  1. Anak Merasa Tidak Enak Badan
Jika anak terlihat lesu dan tidak memiliki selera makan kemungkinan ia sedang merasa tidak
enak badan. Sakit yang dirasakan anak membuat setiap makanan yang dimakan terasa hambar
sehingga ia tidak berselera untuk makan. Padahal dalam kondisi ini asupan nutrisi anak sangat
perlu dijaga untuk membantu masa pemulihannya berjalan lebih cepat.
Jika anak menjadi susah makan karena hal ini, yang harus Bunda lakukan adalah membantu
proses pemulihan si kecil. Jika anak sudah mulai membaik, berikan ia makanan bernutrisi agar
tubuhnya benar-benar pulih. Dan setelah itu, Bunda bisa menyediakan berbagai menu makanan
agar selera makan anak membaik dan kebutuhan nutrisinya juga bisa terpenuhi.

  1. Perasaan Anak Sedang Tidak Senang
Perasaan anak juga bisa mempengaruhi nafsu makannya karena bagaimanapun jika anak merasa
tidak senang ia tidak akan tertarik untuk melakukan apapun. Perasaan tidak senang ini bisa
beragam seperti sedih, kecewa, atau tertekan. Biasanya anak-anak akan mengalami perasaan
seperti ini jika keinginannya tidak terpenuhi atau merasa kelelahan setelah beraktivitas.
Permasalahan yang Muncul Akibat Anak Susah Makan
Pada dasarnya makanan dibutuhkan agar kebutuhan nutrisi anak dapat terpenuhi. Dan jika
kebutuhan nutrisi anak sudah terpenuhi dengan baik maka anak bisa tumbuh dengan sehat dan
cerdas. Jadi jika anak tidak mau makan, otomatis nutrisinya tidak terpenuhi sehingga
menimbulkan permasalah berikut ini:
  1. Mudah Sakit
Ketika anak susah makan, tubuhnya akan kekurangan asupan nutrisi. Dan jika ini terjadi maka
nutrisi untuk memperkuat daya tahan tubuh anak juga akan berkurang. Hal ini tentu
mengakibatkan sistem kekebalan tubuh yang akan melawan virus dan bakteri semakin melemah.
Jika kekebalan tubuh ini melemah maka anak dapat terserang berbagai penyakit dengan mudah.

  1. Terganggunya Pertumbuhan Fisik Anak
Sebagai sumber nutrisi, makanan sangat dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan fisik anak.
Maka ketika anak tidak makan ini dapat mengganggu pertumbuhannya. Gangguan ini bisa berupa
terhambatnya tinggi dan postur tubuh anak. Dengan kata lain penampilan fisik anak akan terlihat
lebih kecil daripada anak seumurannya.
  1. Terhambatnya Perkembangan Anak
Bukan hanya penampilan fisik anak yang akan terganggu, perkembangan anak juga akan
terhambat jika anak tidak mau makan. Hambatan pada perkembangan anak ini bisa berakibat
pada kemampuan dasar anak seperti berjalan, berbicara dan bergerak. Hal ini biasanya juga akan
berdampak pada interaksi dan kehidupan sosial anak di lingkungannya.

Bunda tentu tidak ingin permasalahan ini terjadi pada anak. Karena itu, masalah
anak susah makan harus segera diatasi dengan baik sebelum terlambat. Jangan biarkan perilaku
susah makan ini menjadi sebuah kebiasaan. Karena jika berlangsung terus menerus bukan tidak
mungkin hal ini akan mengakibatkan kematian.

Tuesday, November 13, 2018

9 Tips Jitu Mengatasi Anak Susah Makan

Makanan yang bernutrisi sangat penting diberikan untuk anak. Apalagi di usia balita, karena mereka sedang aktif bermain dan ingin tahu segala sesuatu. Namun tak sedikit ibu yang mengeluhkan balitanya susah makan. Rata-rata anak susah makan hanya tertarik pada satu makanan yang disukainya, itupun dalam porsi yang sedikit. Akibatnya berpengaruh pada jumlah kalori yang diterima tubuh, anak menjadi lemas, tidak bergairah dalam melakukan aktivitas dan tidak terlihat ceria. Sekitar 20% balita masuk dalam kelompok Picky Eaters atau yang lebih dikenal pilih-pilih makanan yang cuma disukainya. Kenali si Picky Eaters dari perilaku balita sejak dini dan ibu dapat segera mengambil langkah untuk mengatasinya.
Nutrisi seimbang seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral pada makanan bisa membantu tumbuh kembang tubuh dan otaknya, karena di usia balita adalah masa periode emas otak yang sayang dilewatkan. Gizi yang seimbang juga sangat berpengaruh dalam membentuk daya tahan tubuh. Mengingat usia balita yang masih rentan sistem imunnya terhadap penyakit. Sekarang ibu tak perlu cemas mengahadapi anak susah makan dengan menerapkan tips-tips yang mudah sejak dini.
Mengatasi anak susah makan memang gampang-gampang susah. Jika anak terlalu dipaksa justru dia semakin enggan menyentuh makanannya. Berikut ini beberapa tips yang bisa dilakukan untuk membantu menambah nafsu makan anak sejak kecil :
  1. Ciptakan suasana menyenangkan saat makan.
Terkadang anak cenderung bosan saat makan di rumah. Coba sesekali ajak anak ke taman sambil menyuapi makanannya. Suasana yang berbeda bisa menambah nafsu makan balita. Selain nafsu makan bertambah, balita bisa belajar mengenal lingkungan.
  1. Kenalkan jenis makanan pada anak sejak dini.
Penting untuk anak mengenalkan beragam jenis makanan. Ini bertujuan supaya anak bisa memilih lebih banyak menu makanan, tidak hanya satu atau dua jenis saja.
  1. Berikan makanan baru secara bertahap.
Ibu bisa menghidangkan jenis makanan secara berbeda di setiap hari. Tentunya bukan sekedar enak, kandungan gizinya juga perlu diperhatikan. Memberikan makanan baru secara bertahap bisa membangkitkan selera makan anak.
  1. Buat tampilan makanan semenarik mungkin.
Ibu bisa menyiasati anak susah makan dengan membuat tampilan makanan semenarik mungkin. Di sini ibu bisa berkreasi dengan sayur, buah, juga lauk pauk. Misalnya, ibu bisa mengolah sayuran dan daging dengan bentuk nugget.
  1. Gunakan alat makan yang menarik.
Maksudnya adalah, menggunakan set peralatan makan yang khusus untuk anak. Contohnya, jika anak suka karakter kartun maka belikan satu set peralatan makan anak yang bergambar seperti karakter favoritnya. Dengan peralatan makanan yang disukai anak, ibu tak perlu susah lagi mengajak anak untuk makan. Ibu pun juga bisa bercerita tentang karakter tersebut saat memberikan makanan pada anak.
  1. Hindari sikap memaksa apalagi memarahi anak untuk makan.
Ibu pasti merasa jengkel saat anak susah menyantap makanan yang sudah dihidangkan. Tak jarang orangtua memaksa bahkan memarahi anak untuk memakan masakan yang sudah disediakan susah payah. Perlu diketahui jika memarahi apalagi memaksa anak untuk makan malah membuat rasa takut pada anak. Anak akan merasa tidak nyaman ketika menyantap makanan. Di pikirannya hanya ada rasa takut dan trauma psikologis terhadap makanan.
  1. Hindari menyuruh anak untuk makan dengan cepat.
Cara ini juga sering dijumpai pada kasus ibu yang menyuruh anak untuk cepat-cepat menghabiskan makanannya. Menyuruh anak agar cepat menghabiskan makanan malah akan membuat anak merasa mual dan eneg. Anak jadi tidak bisa menghabiskan porsi makanan yang sudah ditentukan dengan benar. Daripada menyuruhnya makan cepat-cepat, lebih baik arahkan dia untuk makan secara santai dan pelan agar tidak tersedak. Dengan begitu anak akan merasa nyaman tanpa keterpaksaan dalam menyantap makanan.
  1. Kurangi pemberian minum sebelum makan.
Sebaiknya kurangi pemberian susu atau air minum pada balita sebelum makan. Pemberian minum yang berlebih bisa mengurangi nafsu makan anak, karena anak sudah kenyang sebelum menghabiskan makanannya.
  1. Suplemen penambah nafsu makan.
Cara terakhir yang bisa ibu lakukan untuk meningkatkan nafsu makan anak adalah dengan memberi suplemen penambah nafsu makan. Ibu bisa membelinya di apotek terdekat sesuai anjuran dokter.

Semoga cara di atas bisa membantu ibu dalam menerapkan anak susah makan menjadi lahap. Selain itu, sebagai orangtua harus bersabar dan telaten saat mengajak anak untuk makan dengan benar sesuai porsi yang pas untuk tumbuh kembangnya.

Tuesday, July 31, 2018

Mengatasi Anak Susah Makan Dengan Vitamin, Ternyata Bukan Solusi


Mengatasi anak yang susah makan mungkin menjadi masalah umum bagi semua orang tua. Anak di usia 1-5 tahun, seringkali berulah jika waktu makan tiba. Padahal, tubuhnya membutuhkan asupan nutrisi untuk menjalani hari-harinya. Apalagi, diusia emasnya anak sedang mengalami masa aktifnya, dimana ia lebih suka bermain menelusuri lingkungannya.

Penyebab anak yang kurang nafsu makan ada banyak. Kebanyakan anak sudah mengkonsumsi cemilan yang manis-manis, seperti es krim, coklat, biskuit, atau lainnya, yang membuatnya kenyang dan tak merasakan lapar. Atau, bisa saja dia hanya mengacuhkan rasa laparnya karena sedang asik bermain bersama teman-temannya. Sebagai jalan pintas, orang tua seringkali memberikan multivitamin untuk menambah nafsu makan pada anak.

Penyebab Anak Susah Makan
Selain kenyang dengan cemilan manis, ada juga beberapa penyebab lain, mengapa anak susah makan. Yang pertama, bisa jadi anak terlalu sering minum susu formula. Anak yang malas makan, lalu memilih untuk meminta dibikinkan susu formula. Dengan segelas susu, sudah mampu mebuat perutnya kenyang. Padahal, dalam sehari, anak bisa minta susu lebih dari 3 atau 4 kali. Menurut anjuran penyajiannya, susu untuk anak usia 1-5 tahun, cukup 3 gelas dalam sehari, dengan ukuran 200 ml tiap gelasnya. Jika di akumulasikan, mengkonsumsi 600 ml susu pertumbuhan setiap harinya mampu melengkapi nutrisi sikecil.

Yang kedua, anak sedang ada pada fase ‘negativistik’. Dimana, anak sedang menunjukkan ke ‘aku’ an nya, dengan membantah perintah, menolak, dan menunjukkan temperamental. Untuk itu, ibu harus lebih sabar menghadapinya ya. namun, bukan berarti menuruti segala kemauannya. Cara yang terbaaik untuk menghadapi kondisi seperti ini, adalah mengajak anak berbicara. Mungkin, anak belum mengerti, atau bahkan menolak. Namun, membina komunikasi antar anak dan orang tua secara intens, akan membuahkan hasil berupa kepercayaan satu sama lain. kuncinya adala sabar dan telaten.

Yang ketiga, anak yang bosan dengan menu makannya atau suasana makannya. Ibu harus lebih kreatif untuk memancing minat makan pada anak. Sesekali, ibu boleh mengajak anak bekerja sama dalam memasak menu hariannya. Diawali dengan mengajak anak berbelanja bahan makanan, biarkan anak memilih bahan apa yang akan diolah menjadi menunya kali ini.

Yang ke empat, anak kehilangan selera makan karena sedang ada pada masa penyembuhan. Anak yang habis terserang virus atau bakteri masih merasakan sisa-sisa lemas dan lesu. Sehingga ia belum memiliki nafsu makan. Untuk itu, ibu dapat membuatkan cemilan yang padat nutrisi. Seperti omelet telur, bayam dan wortel. Caranya, parut wortel dan bayam. Kemudian masukkan dalam kocokan telur, lalu tambahkan parutan keju. Masak seperti membuat omelet biasa. Sajikan dengan kentang goreng. Bisa juga, ibu membuatkan pastel yang berisi daging cincang dan wortel.

Memilih Vitamin Yang Baik Untuk Anak
Memberikan vitamin untuk anak adalah baik. Namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, agar tak melenceng dari niat awal pemberian vitamin. Pilihlah vitamin yang mengandung bahan alami yang berkhasiat untuk menambah nafsu makan anak. Seperti, temulawak atau curcuma. Anda juga harus jeli untuk memilih vitamin anak. Beri vitamin sesuai dengan usia anak. Dan, jangan memilih vitamin yang memiliki kandungan mineral dan vitamin A yang terlalu tinggi. karena ini memberikan efek samping yang berbahaya bagi anak. 

Lalu, berikan vitamin sesuai dosis. Untuk itu, sebaiknya menghindari vitamin yang dikemas dalam bentuk permen. Selain menghindari pemanis buatan , juga untuk mengantisipasi reaksi anak, yang mengira vitamin itu adalah permen, sehingga anak ingin mengkonsumsinya terus menerus. Lalu, simpan vitamin ditempat yang aman, agar anak tak dapt meraih dan mengkonsumsinya sendiri.

Memberikan vitamin pada anak sama halnya dengan memberikan obat. Dosis dan usia anak harus disesuaikan. Untuk itu, perlu adanya konsultasi dengan dokter spesialis anak, agar dilakukan observasi lebih lanjut. Berikan vitamin sesuai dengan kebutuhan si kecil.

Mengatasi anak susah makan dengan vitamin, ditujukan untuk anak yang tidak mengkonsumsi makanan dengan nutrisi seimbang, anak yang sangat memilih-milih makanannya, anak dengan kondisi medis tertentu (seperti asma, kanker, lupus, dsb), anak yang sudah ketergantungan dengan makanan cepat saji dan minuman bersoda, dan pada kasus-kasus tertentu.

Untuk mengatasi masalah nafsu makan anak, orang tua dapat membatasi cemilan yang tak sehat, menanamkan disiplin pola makan dan melakukan komunikasi yang baik. Memang membutuhkan waktu, namun jika dilakukan secara konsisten, anak lama kelamaan akan mulai terbiasa. Mengganti cemilan manis dengan buah-buahan, dan mengganti minuman bersoda dengan jus, akan lebih baik untuk anak.

Apabila segala cara sudah dilakukan, namun tak menemukan hasil, baru ibu dapat memberikan vitamin penambah nafsu makan untuk anak. Namun demikian, pemberian vitamin tak menggugurkan kewajiban makan pada anak ya. anak harus tetap diajak untuk mau mengkonsumsi makanan yang terbuat dari bahan-bahan yang segar. Yang terdiri dari karbohidrat, vitamin, protein, mineral dan kalsium. Menu 4 sehat 5 sempurna, adalah yang terbaik untu buah hati.

Solusi untuk mengatasi anak yang susah makan sebenarnya adalah dengan menyiapkan makanan yang bervariasi setiap harinya. Selain itu, membangun mood makan yang baik, juga penting. Maka pemaksaan dalam memberikan menu makan pada anak, seharusnya dihindari karena akan menimbulkan trauma. Pemberian vitamin hanya dianjurkan untuk anak yang berusia diatas 4 tahun, sebenarnya. Namun,berbeda kasus, jika dokter yang menganjurkan. Namun begitu, sesungguhnya, tanpa vitamin pun anak sudah dapat memenuhi nutrisi hariannya melalui buah dan sayur yang beragam.