Mengatasi
anak yang susah makan mungkin menjadi masalah umum bagi semua orang tua.
Anak di usia 1-5 tahun, seringkali berulah jika waktu makan tiba. Padahal,
tubuhnya membutuhkan asupan nutrisi untuk menjalani hari-harinya. Apalagi,
diusia emasnya anak sedang mengalami masa aktifnya, dimana ia lebih suka
bermain menelusuri lingkungannya.
Penyebab anak yang kurang nafsu makan ada
banyak. Kebanyakan anak sudah mengkonsumsi cemilan yang manis-manis, seperti es
krim, coklat, biskuit, atau lainnya, yang membuatnya kenyang dan tak merasakan
lapar. Atau, bisa saja dia hanya mengacuhkan rasa laparnya karena sedang asik
bermain bersama teman-temannya. Sebagai jalan pintas, orang tua seringkali
memberikan multivitamin untuk menambah nafsu makan pada anak.
Penyebab
Anak Susah Makan
Selain kenyang dengan cemilan manis, ada juga
beberapa penyebab
lain, mengapa anak susah makan. Yang pertama, bisa jadi anak terlalu sering
minum susu formula. Anak yang malas makan, lalu memilih untuk meminta
dibikinkan susu formula. Dengan segelas susu, sudah mampu mebuat perutnya
kenyang. Padahal, dalam sehari, anak bisa minta susu lebih dari 3 atau 4 kali.
Menurut anjuran penyajiannya, susu untuk anak usia 1-5 tahun, cukup 3 gelas
dalam sehari, dengan ukuran 200 ml tiap gelasnya. Jika di akumulasikan,
mengkonsumsi 600 ml susu pertumbuhan setiap harinya mampu melengkapi nutrisi
sikecil.
Yang kedua, anak sedang ada pada fase
‘negativistik’. Dimana, anak sedang menunjukkan ke ‘aku’ an nya, dengan
membantah perintah, menolak, dan menunjukkan temperamental. Untuk itu, ibu harus
lebih sabar menghadapinya ya. namun, bukan berarti menuruti segala kemauannya. Cara
yang terbaaik untuk menghadapi kondisi seperti ini, adalah mengajak anak
berbicara. Mungkin, anak belum mengerti, atau bahkan menolak. Namun, membina
komunikasi antar anak dan orang tua secara intens, akan membuahkan hasil berupa
kepercayaan satu sama lain. kuncinya adala sabar dan telaten.
Yang ketiga, anak yang bosan dengan menu
makannya atau suasana makannya. Ibu harus lebih kreatif untuk memancing minat
makan pada anak. Sesekali, ibu boleh mengajak anak bekerja sama dalam memasak
menu hariannya. Diawali dengan mengajak anak berbelanja bahan makanan, biarkan
anak memilih bahan apa yang akan diolah menjadi menunya kali ini.
Yang ke empat, anak kehilangan selera makan
karena sedang ada pada masa penyembuhan. Anak yang habis terserang virus atau
bakteri masih merasakan sisa-sisa lemas dan lesu. Sehingga ia belum memiliki
nafsu makan. Untuk itu, ibu dapat membuatkan cemilan yang padat nutrisi.
Seperti omelet telur, bayam dan wortel. Caranya, parut wortel dan bayam.
Kemudian masukkan dalam kocokan telur, lalu tambahkan parutan keju. Masak
seperti membuat omelet biasa. Sajikan dengan kentang goreng. Bisa juga, ibu
membuatkan pastel yang berisi daging cincang dan wortel.
Memilih
Vitamin Yang Baik Untuk Anak
Memberikan vitamin untuk anak adalah baik.
Namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, agar tak melenceng dari niat
awal pemberian vitamin. Pilihlah vitamin yang mengandung bahan alami yang
berkhasiat untuk menambah nafsu makan anak. Seperti, temulawak atau curcuma. Anda
juga harus jeli untuk memilih vitamin anak. Beri vitamin sesuai dengan usia
anak. Dan, jangan memilih vitamin yang memiliki kandungan mineral dan vitamin A
yang terlalu tinggi. karena ini memberikan efek samping yang berbahaya bagi
anak.
Lalu, berikan vitamin sesuai dosis. Untuk itu, sebaiknya menghindari
vitamin yang dikemas dalam bentuk permen. Selain menghindari pemanis buatan ,
juga untuk mengantisipasi reaksi anak, yang mengira vitamin itu adalah permen,
sehingga anak ingin mengkonsumsinya terus menerus. Lalu, simpan vitamin
ditempat yang aman, agar anak tak dapt meraih dan mengkonsumsinya sendiri.
Memberikan vitamin pada anak sama halnya
dengan memberikan obat. Dosis dan usia anak harus disesuaikan. Untuk itu, perlu
adanya konsultasi dengan dokter spesialis anak, agar dilakukan observasi lebih
lanjut. Berikan vitamin sesuai dengan kebutuhan si kecil.
Mengatasi
anak susah makan dengan vitamin, ditujukan untuk anak yang tidak
mengkonsumsi makanan dengan nutrisi seimbang, anak yang sangat memilih-milih
makanannya, anak dengan kondisi medis tertentu (seperti asma, kanker, lupus,
dsb), anak yang sudah ketergantungan dengan makanan cepat saji dan minuman
bersoda, dan pada kasus-kasus tertentu.
Untuk mengatasi masalah nafsu makan anak,
orang tua dapat membatasi cemilan yang tak sehat, menanamkan disiplin pola
makan dan melakukan komunikasi yang baik. Memang membutuhkan waktu, namun jika
dilakukan secara konsisten, anak lama kelamaan akan mulai terbiasa. Mengganti
cemilan manis dengan buah-buahan, dan mengganti minuman bersoda dengan jus,
akan lebih baik untuk anak.
Apabila segala cara sudah dilakukan, namun
tak menemukan hasil, baru ibu dapat memberikan vitamin penambah nafsu makan
untuk anak. Namun demikian, pemberian vitamin tak menggugurkan kewajiban makan
pada anak ya. anak harus tetap diajak untuk mau mengkonsumsi makanan yang
terbuat dari bahan-bahan yang segar. Yang terdiri dari karbohidrat, vitamin,
protein, mineral dan kalsium. Menu 4 sehat 5 sempurna, adalah yang terbaik untu
buah hati.
Solusi
untuk mengatasi anak yang susah makan sebenarnya adalah dengan menyiapkan makanan
yang bervariasi setiap harinya. Selain itu, membangun mood makan yang baik,
juga penting. Maka pemaksaan dalam memberikan menu makan pada anak, seharusnya
dihindari karena akan menimbulkan trauma. Pemberian vitamin hanya dianjurkan
untuk anak yang berusia diatas 4 tahun, sebenarnya. Namun,berbeda kasus, jika
dokter yang menganjurkan. Namun begitu, sesungguhnya, tanpa vitamin pun anak
sudah dapat memenuhi nutrisi hariannya melalui buah dan sayur yang beragam.

No comments:
Post a Comment